September 26, 2022
Spread the love

JAKARTA, – Knight Frank Indonesia mengidentifikasi tiga rintangan yang dapat menghambat perkembangan real estate di Indonesia.

Hal tersebut terangkum dalam hasil survei Knight Frank Indonesia bertajuk Indonesia Real Estate Survey April 2022 yang melibatkan beberapa pejabat real estate.  bocoran situs slot online

Survei tersebut secara khusus merangkum opini terbaru tentang pasar real estat Indonesia di awal tahun 2022.

Dalam hasil survei tersebut, hingga 66% responden menyatakan bahwa inflasi di lingkup global dan nasional akan berdampak signifikan terhadap pemulihan sektor real estate Indonesia.

Akibatnya, 61% responden mengatakan bahwa penerapan kenaikan PPN berdampak negatif pada pemulihan real estat.

Sementara hasil terbuncit atau 59 persen responden berpendapat, krisis global akibat perang Ukraina-Rusia juga merupakan salah satu faktor yang dapat memicu hal itu.

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan hal ini dalam rilis yang diterima , Rabu (25 Mei 2022).

“Sebagian besar responden menilai, kenaikan PPN, inflasi, dan krisis ekonomi global akan sangat berdampak terhadap perkembangan sektor properti saat ini,” ungkap Syarifah.

Tetapi, optimisme tetap tergambar ditambah dengan masih adanya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang bisa membantu menggenjot kinerja Sub-sektor perumahan.

Secara keseluruhan, 90 persen Response menggambarkan optimisme terhadap pulihnya sektor properti pada tahun ini.

Selanjutnya, 57% responden mengatakan bahwa sektor real estate akan pulih sepenuhnya pada kuartal keempat tahun 2022.

Sementara itu, survei juga menemukan bahwa sektor perumahan masih mendominasi atau menyumbang 60% dari sektor real estat, yang dinilai dapat memberikan hasil positif meskipun dengan berbagai tantangan yang disebutkan di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.