December 4, 2022
Spread the love

Anggaran untuk pemilihan umum 2024 disetujui sebesar Rp 76 triliun menurut hasil komisi kedua DPR dan tim klaim antara DPR dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Berikut adalah rincian anggaran untuk pemilihan umum 2024.  slot gacor 2022

Sebagai bahan referensi, rincian anggaran ini diumumkan oleh Presiden KPU Hasyim Asy’ari dalam rapat dengan staf DPD RI di kantor DPD RI di Gedung DPR Senayan Jakarta pada Selasa, 24 Mei 2022. Dalam paparannya, Hashem membagi anggaran yang diusulkan menjadi dua kategori.

Pertama: 82,71% atau Rs. Seimbangkan aktivitas bertahap di 63,405.969.628.000. Kedua: 17,29% atau Rs 13.250.342.666.000 untuk mendukung tahap anggaran kegiatan.

Rincian INR 63,405.969.628.000 berkaitan dengan tahapan kegiatan meliputi: 1. Penyusunan rencana program dan anggaran dan peraturan Rs.2.820.649.566.000 2. Pemutakhiran data pemilih Rs. .132.000 4. Penetapan peserta pemilu 542.198.061.000 5. Penetapan kursi dan daerah pemilihan Rp.530.517.815.000 6. Capres dan Wakil Presiden dan DPR, 1DP, 0, 0 RD 0, 0 , 0 RD, DPD, DP 0, 0 , 3 DPRD 7 Masa Pilkada 1.604.393.553.000 8. Kekosongan – 9. Pemungutan Suara dan Penghitungan Rp 41.306.318.400.000 10. Penetapan Hasil Pemilu Rp 9.262.436.542.000

Anggaran sebesar Rp 13.250.342.666.000 untuk mendukung tahapan pemilu, rinciannya sebagai berikut: 1. Gaji 6.931.119.183.000 rupee. 2. Sarana dan Prasarana – Operasional Kantor Rs 6.319.223.483.000

Hashem mengatakan anggaran Rp 76 triliun tidak akan berubah. Namun dia mempertanyakan anggaran belanja karena fase pemilu sudah dimulai pada 2022.

“Ini berarti Rp 76 triliun untuk tiga tahun anggaran 2022, 2023 dan 2024. Jadi, menghitung jumlah yang disetujui, KPU mentransfer jumlah ini kira-kira setiap tahun. Bahkan, pada 2022, anggarannya 8 triliun. Rupiah sudah dihabiskan, masih ada Rp 2,6 triliun, tapi itu belum terjadi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *