October 2, 2022
Spread the love

Jakarta – Untuk memudahkan petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk, PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menerapkan Retail Management System (RMS) atau aplikasi mitra.

Sistem digitalisasi ini memudahkan dan mempercepat proses penjualan pupuk di kios-kios, baik pupuk eceran, komersial maupun pupuk bersubsidi.  slot gacor 2022

Panji Winantia Roki, Direktur Inovasi Bisnis Pupuk Indonesia, mengatakan mitra dapat membantu memantau penjualan kios atau memberikan efisiensi dalam pencatatan data transaksi usaha. Padahal, sistem digital ini dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pendistribusian pupuk.

“Aplikasi mitra ini sangat berguna bagi pemilik warung,” kata Banji dalam keterangannya, Rabu (18/5), “untuk memantau penjualan, dari petani pembeli hingga pencatatan data transaksi lainnya.”

Panji menjelaskan mitra Pupuk Indonesia dapat dipadukan dengan sistem subsidi pupuk yang dimiliki Kementerian Pertanian, terutama dalam penggunaan data petani ERDKK dan recovery pupuk bersubsidi petani.

Banji mengatakan, “Kami yakin dengan pengembangan aplikasi mitra akan memudahkan petani dalam memenuhi kebutuhan pupuknya, sehingga kami berharap dapat mendukung program ketahanan pangan dengan meningkatkan produktivitas pertanian oleh petani.” dikatakan.

Hingga saat ini, mitra telah dilaksanakan di 214 kios di Nganjuk, Cirebon, Kukar, Grobogan, Musi Banyuasin, Piddie dan Gowa. Pupuk Indonesia menargetkan penerapan sistem kemitraan di 28.000 kios pada tahun 2024. Target 2022 adalah menerapkan RMS di 5.000 kios.

Setidaknya ada 8 fitur utama partner yang diterapkan setelah Juli 2021. Pertama, digitalisasi perbaikan tata kelola dan perampingan proses pemulihan pupuk bersubsidi. Kedua, kemampuan melacak distribusi pupuk bersubsidi di tingkat kios berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan geotag. Ketiga, sistem pembayaran yang terintegrasi dengan kartu tani dan metode pembayaran elektronik lainnya.

Keempat, kami menyediakan laporan pengembalian dana dan faktur digital. Kelima: Kemudahan pengelolaan kios dalam pencatatan transaksi, laporan keuangan, pengelolaan persediaan dan pengelolaan staf.

Keenam, ada mode offline untuk tetap bekerja di daerah terpencil dengan kualitas sinyal yang buruk. Ketujuh: Sistem POS untuk menjual produk yang tidak didukung atau produk lainnya di kios. Kedelapan, memfasilitasi kontrol real-time produk dan persediaan barang dagangan.

Banji juga menyampaikan bahwa mitra yang digunakan di kios tersebut akan terhubung dengan Distribution Control and Planning System (DPCS), sistem monitoring rantai pasok Pupuk Indonesia. Menurut dia, sistem itu bisa memantau pergerakan stok pupuk bersubsidi negara dari pabrik ke konsumen.

“Software ini merupakan sistem pengendalian rantai pasok yang terintegrasi untuk distribusi pupuk bersubsidi, yang memungkinkan perusahaan untuk mengecek aktivitas distribusi dan persediaan pupuk nasional secara real time,” katanya.

Artikel ini telah terbit di Kontan dengan judul Pupuk Indonesia, memudahkan petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk melalui aplikasi mitra

Leave a Reply

Your email address will not be published.