December 2, 2022
Spread the love

Bareskrim Polda Metro Jaya menyerahkan berkas perkara dan barang bukti kepada enam tersangka yang menganiaya aktivis media sosial Ade Armando. Delegasi tersebut bekerja di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu (25/22-25-25).  web slot gacor

Direktur Intelijen Benny Emmanuel Genting mengeluarkan pernyataan pada Kamis (26 Mei 2022).

Bani mengatakan enam terdakwa itu adalah Kumar bin Rajoum, Al-Fikry Hedayatullah, Marcos Iswan, Abdul Latif, Zia Al-Haq dan Muhammad Baja.

Diduga ia terluka saat mengejar Adi Armando.

Kecelakaan terjadi di Jl. Gatot Subroto, eks. Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, saat unjuk rasa mahasiswa di kawasan gedung DPR-MPR RI beberapa waktu lalu.

Atas perbuatannya, keenam terdakwa diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun berdasarkan Pasal 170, Ayat 1, Pasal 170 Ayat 2, Ayat 1 KUHP.

Barney menjelaskan, keenam tersangka ditahan selama 20 hari di Rutan Bulda Metro Gaya sejak 25 Mei 2022 hingga 13 Juni 2022.

Bani mengatakan Kejaksaan Agung akan menyiapkan surat dakwaan untuk membawa kasus tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat beserta permintaan penyidikan dan persidangan.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Polda Metrojaya Combs Paul Indra Zulpan mengatakan, mantan tersangka Arif Ferdani W.

Polisi sebelumnya menuduh Arif menghasut massa sebelum memukul Adi Armando.

Sebelumnya, ada tujuh tersangka dalam kasus Adi Armanduini. Polisi mengklasifikasikan tersangka berdasarkan kejahatannya.

Sedangkan untuk penganiayaan terhadap Adi Armando ada enam tersangka yaitu M Bagga, Kumar, Zia-ul-Haq, Abdullatib, Marcus Eswan dan Fikri Hedayatullah.

Sedangkan tersangka lainnya, Arif Ferdani W., didakwa menghasut aksi kolektif sebelum memukul Adi Armando.

Sementara ibu-ibu yang diduga menghasut aktivis Ade Armando di media sosial lebih cenderung menghindari hukum. Polisi belum ada rencana mengusut tindak pidana yang dilakukan ibu-ibu berambut pink yang berselisih dengan Adi Armando itu.

Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Endra Zulpan mengatakan penyidik ​​masih fokus melacak pelaku ketimbang mencari provokator.

“Oh, kami fokus pada pemukulan dan pemukulan,” kata Zulpan, Jumat (22 April 2022) Metro Bulda Gaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *