September 26, 2022
Spread the love

BNN Banten menangkap dua hakim PN Rangkaspetung, Banten, DA (39) dan YR (YR), dan nama-nama tersangka narkoba sudah dipastikan. Di antara mereka, ditemukan 20 gram sabu dan sejumlah alat penghisap sabu di pengadilan. Apa yang pemilik katakan?

Seorang juru bicara MA mengatakan: , Hakim Agung Andy Samsan Njanro kepada Detikcom, Selasa (24/5/2022).  situs slot gacor hari ini

Seperti diketahui, kedua hakim ditangkap atas tuduhan memiliki sabu-sabu seberat lebih dari 20.634 gram. BNN Banten mengatakan keduanya telah memesan obat dari Sumatera.

Saya memesan YR Shabu dari Sumatera dan mengirimkannya ke Rangkasbitung melalui layanan pengiriman Tiki. Metamfetamin modifikasi diserahkan BNN dan Bea Cukai.

Pada Selasa, 17 Mei 2022 pukul 10.00 WIB, petugas pengadilan berinisial RASS (32) terlihat membawa sabu di kantor Tiki. Tim langsung mengamankan Ras dan kemudian menginterogasinya atas kepemilikan sabu.

Hendri Marpaung, Presiden Direktur BNN Banten, Senin (23/5) mengatakan, ”Saya mengetahui merger itu ketika RASS mengambil alih paket dan itu bukan milik mereka.

Ternyata barang tersebut milik seorang hakim bernama YR. Tim langsung berlari ke gedung pengadilan dan menggeledah kantornya.

Hendry Marpong berkata: “Menurut bos saya, saudara YR ini menyimpan alat-alat, pipet, batang dan korek api yang biasa digunakan untuk konsumsi metamfetamin.

Tes urine positif YR. Hakim lain mengatakan dalam interogasi bahwa dia berinisial DA dan merupakan bagian dari orang yang akan menggunakan sabu-sabu yang dia pesan.

Hendry Marbaung mengatakan, “Kami melakukan tes urine dan ternyata inisial D yang menggunakannya dan hasilnya positif.”

Dari situ berkembang bahwa pembantu DA berinisial H juga terlibat. Tiga orang pertama kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan masih dalam penyelidikan.

Rupanya Hendry melanjutkan dengan mengatakan bahwa Hakim YR telah menggunakan metamfetamin selama lebih dari setahun. Dia juga yang memesan dan membeli sabu untuk dinikmati bersama gengnya.

Seperti yang dikatakan Hendry Marpong, “YR telah menggunakannya selama lebih dari satu atau dua tahun. Saudara D menggunakan hampir sama dengan RASS, dan Saudara D telah menggunakannya sejak YR mengetahuinya.”

Mereka juga menggunakan metamfetamin di pengadilan. Namun, BNN tidak berbicara selama persidangan.

Hendry Marpung menyimpulkan, “dia sendiri mengaku menggunakannya di beberapa tempat di kantornya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.