October 7, 2022
Spread the love

MEDAAN, – Seorang siswa sekolah dasar berinisial MIA (11) di Binjai, Sumatera Utara, meninggal Senin (23/5/2022) setelah dipukuli temannya.

Orang tua korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Departemen Kepolisian Binh Jai dan berharap kasus ini akan ditangani sesuai dengan hukum yang berlaku.  situs slot gacor hari ini

Dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat pagi (6 Oktober 2022) dari Direktur Humas Polres Benghai Apto Junaidi, dia menjelaskan Kemendagri pulang sekolah pada Sabtu (21/5/2022) dengan kondisi demam. . .

Orang tua korban, Adi Syahputra, 40, dan Santi Citra Dewi, 37, membeli obat di apotek.

Setelah minum obat, dia tidak menyembuhkan putranya sampai Senin siang. Putranya mengembuskan napas terakhirnya.

Awalnya, orang tua korban tidak curiga dan meyakini kematian anak tersebut merupakan kematian yang wajar.

Namun, kenalan almarhum baru-baru ini memberi tahu keluarga korban bahwa putra mereka sakit setelah dipukuli oleh teman-temannya.

Al-Junaidi mengatakan pada Jumat (6 Oktober 2022) “Dihancurkan dan tidak diterima. Setelah menghubungi pihak sekolah tidak diterima, maka keluarga korban mempostingnya di media sosial.”

Terkait hal itu, AKBP Virio Sanu Genting, Kapolsek Bengai mengunjungi rumah almarhum dan bertemu dengan orang tuanya pada Kamis (6 September 2022) di Jalan Omar Baki, Desa Bayaruba, Kecamatan Benga Barat.

Usai pertemuan, pihak keluarga akhirnya menelepon Polsek Bangai.

penjelasan orang tua

Ibu MIA, Santi, mengutip Medan, menjelaskan, pada hari kecelakaan, MIA terlihat murung dan pendiam sepulang sekolah. Dia menolak bahkan ketika ibunya memintanya untuk makan.

MIA menyimpulkan bahwa dia tidak sehat. Santi buru-buru pergi ke apotek untuk membeli obat. Namun, kondisi MIA terus memburuk.

Dia muntah dan masih menolak untuk makan. Kemudian ayah Uday berhenti dari pekerjaannya dan membawa anaknya ke rumah sakit. Namun, dinas intelijen menolak permintaan orang tuanya.

“Saya membelikannya obat. Karena dia muntah” katanya sambil menangis.

Kondisi Ehsan mulai memburuk setelah dua hari berlalu sejak dia tidak makan apapun.

Hingga Ihsan meninggal dalam pelukan ibunya pada Selasa, 24 Mei 2022.

Kepala Dinas Pendidikan SD (Cassi) SD Kota Bengai Irwan yang menerima konfirmasi mengaku mengetahui kejadian tersebut.

Namun, pihaknya gagal merinci siapa yang benar dan siapa yang salah soal meninggalnya Kementerian Dalam Negeri.

“Kami sudah tahu, tapi kami tidak bisa mengatakan apakah ada penyalahgunaan dalam kasus ini,” kata Iruanse kepada kantor tersebut.

Dikatakannya, Direktur SD Negeri 023971 Kota Binjai dipanggil untuk dimintai keterangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.