September 28, 2022
Spread the love

Shanghai – Pemerintah China akan memperluas dukungan untuk kendaraan listrik (EV), mendongkrak penjualan mobil baru dan pertumbuhan ekonomi di China.

Subsidi kendaraan listrik China akan berakhir tahun ini, namun Kementerian Perindustrian mempertimbangkan untuk melanjutkan subsidi hingga 2023.  slot gacor bonus new member

Menurut Northcarolinatime.com pada hari Senin (23 Mei 2022) pemerintah China belum menentukan kendaraan berlisensi dan kendaraan listrik yang memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi.

Salah satu langkah yang direncanakan adalah untuk mengurangi pajak wajib atas pembelian kendaraan listrik sebesar 10%.

China berencana untuk menangguhkan sistem subsidi kendaraan listrik secara bertahap, tetapi pemerintah akhirnya memperpanjang sistem subsidi karena wabah COVID-19.

Menurut Reuters, lebih dari 100 miliar yuan (sekitar 14,8 miliar dolar) subsidi telah diberikan kepada pembeli Kendaraan Energi Baru China (NEV) sejak 2009.

Sedangkan menurut data Association of Automobile Manufacturers of China (CAAM), penjualan kendaraan energi baru di bulan April mencapai 299.000 NEV, naik 45% dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan cenderung melambat pada Maret karena banyak kota di China ditutup karena peningkatan kasus COVID-19.

Total penjualan NEV China bulan lalu turun sekitar 48% dari April 2021, mendesak pemerintah untuk memberikan dukungan tambahan kepada industri kendaraan listrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.