November 29, 2022
Spread the love

Dokter hewan dan pakar peternakan Institut Penelitian Pertanian Bogor (IPB) Supratechno mengatakan, ada dua golongan hewan yang terjangkit PMK, yakni yang bergejala dan yang tidak bergejala.

Dengan mempermudah identifikasi hewan dengan gejala penyakit mulut dan kuku, dapat dilakukan tindakan proaktif untuk mencegah penularan.  bocoran situs judi slot online

Sedangkan hewan tanpa gejala penyakit mulut dan kuku dianggap lebih berbahaya karena bisa menularkan virus tanpa disadari.

Sapi yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku ditandai dengan kesehatannya. Pada umumnya sapi yang terinfeksi menunjukkan gejala berupa demam dengan suhu tubuh 41°C atau lebih.

Tubuh sapi juga terlihat timpang dan melepuh pada mulut, gusi, hidung, dan lubang hidung.

Sapi yang terkena penyakit tangan, kaki, dan mulut biasanya menggeliat tidak nyaman dan mengeluarkan air liur dalam jumlah banyak, kata Tikno, Selasa (7 Juni 2022) saat dihubungi online.

Ilustrasi potongan daging sapi SHUTTERSTOCK / JODY-ANN.

Tekno mengatakan proses pemerasan sapi bertujuan untuk mengeluarkan air liur, yang bertanggung jawab untuk membersihkan virus dari mulut sapi.

Ketika virus mulai menyebar ke bagian tubuh lain, lepuh bisa terbentuk di mulut, kaki, kelenjar susu, puting susu, kuku, antara kuku dan kulit, dan kuku hewan bisa rontok.

Meski gejala penyakit mulut dan kuku tampak sangat serius, Tekno mengatakan ternak seperti sapi di Asia relatif lebih tahan dan tahan terhadap wabah penyakit mulut dan kuku.

Apalagi jika dibandingkan dengan produk ternak impor seperti limousine dan cementals.

Menurut Techno, wabah penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan ternak, terutama saat kurban Idul Adha, belum ada obatnya. Sapi biasanya sembuh dengan sendirinya tergantung dari tingkat keparahan penyakitnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *