October 2, 2022
Spread the love

Start-up bermunculan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun, banyak startup (juga dikenal sebagai startup) saat ini melakukan PHK skala besar baik untuk gulung tikar atau gulung tikar.  slot gacor gampang jp

Persyaratan ini tampaknya menjadi tanda bahwa startup lain perlu berhati-hati dalam mengelola keuangannya. Namun, sebenarnya membangun sebuah startup tidak semudah yang Anda bayangkan.

Ambil contoh Bahamevi, sebuah startup pendidikan yang dilanda badai PHK. Setelah evaluasi, pihaknya memutuskan untuk memperbaiki proses bisnis yang memaksa perusahaan menghentikan layanannya.

Nasib banyak perusahaan rintisan tidak berakhir di situ, dan nasib banyak perusahaan rintisan tidak bisa lebih baik dari Bahama. Karena berbagai alasan, banyak startup yang tidak bertahan dan akhirnya berhenti bekerja.

Baru-baru ini, tersiar kabar bahwa startup Beres.id bangkrut.

Keputusan ini diumumkan di situs resmi Beres.id. Terdapat gambar iklan yang berbunyi “Penutupan Peres: Harap diperhatikan bahwa Perez akan tutup per tanggal 30 Juni 2022.”.

Hal serupa tidak hanya terjadi di Indonesia. Ada banyak start-up di luar negeri yang harus gulung tikar karena berbagai alasan.

Situasi ini sangat kontras dengan tahun 2021 ketika banyak investor berbondong-bondong ke startup untuk menuangkan uang baru ke dalamnya. Jadikan startup ini “berkantong tebal”.

Jadi, startup mana yang menghadapi badai masalah?

1. Kamar Airy 2. Stoqo 3. Qlapa 4. Sorabel 5. Beres.di 6. Nice Tuan 7. Fast 8. LendUp 9. Yunniao 10. KupiVIP 11. Katera 12. Pahamify 13. LinkAja 14. Zenius Education 15. Fabelio 16. Thanihub 17. Uang Teman

Leave a Reply

Your email address will not be published.