October 2, 2022
Spread the love

Pada Senin, 5 September 2022 (5 September 2022), bocah 14 tahun berinisial S ditemukan gantung diri di bawah Jembatan Tol Jakarta-Sikampik Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terungkap fakta baru. .

Awalnya korban dikatakan meninggal karena sudah meninggal.  agen judi slot online 2022

Namun, penyelidikan mengungkapkan bahwa S. meninggal karena pelecehan.

Pelakunya adalah saudara ipar korban berinisial T.

Saat ini, polisi telah menetapkan A sebagai tersangka.

Kapolres Karawang Aldi Subartono mengatakan “hampir ya (menantu)” pada Kamis (19 Mei 2022), mengutip Jawa Barat.

Aldi mengungkapkan bahwa cerita ini disusun seolah-olah T meninggal karena S mengambil nyawanya untuk menipu polisi.

Polisi saat ini sedang menyelidiki tersangka untuk mengetahui motif kejahatan tersebut.

Garis waktu penemuan tubuh

Jenazah korban pertama kali ditemukan pada Senin, 5 September 2022 sekitar pukul 19.00 WIB oleh saksi mata yang mencari korban.

Pasalnya, korban belum juga pulang ke rumah usai berangkat kerja sejak siang hari.

Saksi menemukan korban tergantung di bawah jembatan yang melintasi jalan antara Jakarta dan Scambek.

Kapolsek Telukgambe Timur Kumpul Usman mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat bahwa telah ditemukan korban.

Mendapat laporan tersebut, polisi turun ke TKP dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasilnya, kata Osman, tidak ditemukan adanya kekerasan fisik pada tubuh korban.

Seperti dilansir Antara, Osman mengatakan, “Ketika keluarga mencoba melakukan otopsi atau otopsi, mereka menolak. Keluarga sudah mengajukan surat penolakan.”

Osman mengatakan pihaknya menyelidiki mengapa korban mencekik dirinya sendiri.

Menurut keterangan dua saksi di awal pemeriksaan, korban menjadi depresi dan gantung diri setelah istri saksi menegurnya karena bensin yang dia jual tidak membayar bensin yang dia jual ke pembeli.

Dan pada Selasa (21/2/2022) “Dua saksi diperiksa karena pembeli menegur pembeli karena tidak membayar bensin yang dibelinya,” katanya.

korban kebocoran

Diketahui S putus sekolah dan bekerja membantu saudara iparnya memperbaiki ban dan mengisi bahan bakar.

Menurut keterangan RT, baik pemilik bengkel maupun menantu S bukan warga Dusun Pejaten, Kecamatan Telukjambe Timur Desa Sirnabaya.

Informasi yang disebarluaskan, S, mengalami keterbelakangan mental dan tidak bersekolah.

Namun, ada beberapa bukti pendukung dari survei tersebut berupa dokumen manajemen kependudukan dan booklet beasiswa.

Komisaris Besar Jawa Barat Wawan Wartuan mengatakan, “Oleh karena itu, informasi yang beredar menyedihkan dan kematian dengan cara digantung tidak dapat disangkal”.

PA juga mengunjungi rumah orang tua korban di kawasan hutan tanaman desa Barongmulia, kecamatan Telukjanbi Barat.

Wuwan mengatakan, melihat kondisi rumahnya, keluarga S tergolong keluarga miskin.

Pastor S, berinisial SA (45), bekerja sebagai buruh manual membuat arang.

SA memiliki empat anak dan S adalah anak ketiga.

Sebagian artikel ini dimuat di TribunJabar.id. Bocah Karawang Dibuat Seakan Mati Mengakhiri Hidup, Meski Menantu Hampir Bebas

Leave a Reply

Your email address will not be published.