October 6, 2022
Spread the love

NUNUKAN, – Farida Ariani Ariani, Direktur Pelayanan Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengimbau perempuan dan anak korban untuk tidak takut melapor.

Undangan ini untuk semua orang. Apalagi bagi seorang gadis berusia 13 tahun asal Nunukan yang belakangan ini menjadi korban amoral TNI di kota Tarakan.  rekomendasi situs slot gacor

Pada Sabtu, 28 Mei 2022, Farida mengatakan, ”Dia harus segera melaporkan kejadian yang dialaminya kepada Koalisi Perlindungan Perempuan dan Anak. Kami akan segera memberikan layanan untuk mendukung korban kekerasan.”

DSP3A Nunukan juga menegaskan pihaknya siap membantu mediasi. Karena mereka juga membentuk tim advokasi dengan kepolisian.

Sejauh ini, DSP3A Nunukan juga belum menerima pemberitahuan apapun dari keluarga korban atau keluarga korban.

Orang tua korban telah meminta agar mereka tidak takut atau ragu untuk datang ke kantor DSP3A demi kepentingan anak-anaknya.

“Saya sangat menyayangkan kurangnya informasi. Secara khusus, saya sangat prihatin dan sedih atas kejadian yang menimpa korban, yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang harus mengayomi masyarakat. Dan yang paling menyedihkan adalah bahwa korban masih sekolah menengah, jadi sebaiknya segera laporkan. 

Sebelumnya, pada 27 April, dilaporkan bahwa seorang perwira kelas Prada yang bertugas di Divisi Infanteri 613/Batalyon Infanteri Raja Alam di Tarakan, negara bagian Kaltar dituduh melakukan hubungan seks dengan seorang gadis berusia 13 tahun. 2022 sekitar pukul 14:00 WITA.

Peristiwa yang terjadi di bulan Ramadhan 1443 H tersebut sempat membuat heboh masyarakat ketika pihak keluarga korban tidak melaporkannya ke polisi hingga 9 Mei 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published.