October 2, 2022
Spread the love

PEKANBARU, – Gubernur Riau Syamswar menggelar pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Malaysia Dato Seri Hamzah Bin Zainuddin pada Rabu (25 Mei 2022).  game slot gacor hari ini

Dalam pertemuan tersebut, Syamsuar dan Hamzah membahas beberapa poin penting. Seperti imigran gelap, illegal fishing atau illegal fishing, penanganan narkoba dan jaringan transportasi di kapal RoRo Dumai-Melaka.

Gubernur Riau hadir dalam pertemuan itu dengan protokoler Kapolres Riau, Tabana Bangun, Brigjen Danrem 031/Wira Pema, Brigjen Barlindungan Hotagalong, Direktur BNN DP Sirigar Provinsi Riau dan KBRI. Panduan Kuala Lumpur ke Kuala Lumpur.

Syamswar mengatakan dirinya dan Menteri Dalam Negeri Kabupaten Kambar telah sepakat untuk bekerja sama dalam upaya memerangi imigrasi ilegal, penyelundupan narkoba dan penangkapan ikan ilegal.

Dalam keterangan tertulis yang diterima , Syamswar mengatakan: ”Dalam pertemuan itu, Mendagri Malaysia berharap tidak ada lagi imigran gelap. Bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di Malaysia, harus ada dokumentasi yang lengkap.” Rabu.

Mereka juga mengatakan bahwa mereka membahas penangkapan ikan ilegal dari nelayan Malaysia yang masuk ke Indonesia dan nelayan Indonesia yang masuk ke Malaysia.

Syamswar menjelaskan, Wakapolda Riau turut prihatin dengan adanya illegal fishing.

Hal ini karena Malaysia dan Indonesia telah melakukan upaya yang optimal untuk mengantisipasi dan mengatasi perburuan liar di Indonesia dan wilayah kedaulatannya.

Syamsur mengatakan “Saya setuju untuk membantu para nelayan kembali ke tanah air mereka ketika hal seperti ini terjadi.”

Namun, jika ada masalah, kami meminta pihak terkait untuk menyelesaikannya semaksimal mungkin.

Siams mengatakan, “Jika ada masalah, kami berharap dapat diselesaikan semaksimal mungkin.” “Dengan dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, melalui organisasi terkait seperti TNI AL, kepolisian, dan pemerintah daerah. “

“Harapannya keuskupan sudah terbentuk pada 2022. Ini untuk menjaga wilayah pesisir. Untuk saat ini tentu kita berharap nanti akan dibentuk satgas, seperti yang diinginkan Mendagri Malaysia. Itu akan mungkin dan berguna.

Menteri Dalam Negeri Malaysia juga mengatakan dia ingin membentuk kelompok kerja pengawasan yang terdiri dari tiga negara: Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Syamsore mengatakan, “Kami berharap satgas ini akan mencakup Thailand serta dua negara (Indonesia dan Malaysia).”

Menteri Dalam Negeri Malaysia Shamswar telah mengumumkan bahwa pada 9 Juni 2022, Thailand akan melegalkan ganja.

“Nanti Kapolres Riau bisa berkonsultasi dengan Kapolres. Setelah itu, Direktur BNN Riau bisa menyampaikan laporan ke Direktur Pusat BNN. Saya juga diminta melapor ke saya. Ini Mendagri Tito Karnavian.” Syamswar menjelaskan.

Soal konektivitas transportasi, Syamsuar memaparkan hasil pertemuan IMT-GT di Bangkok belum lama ini.

Dia mengatakan pada pertemuan IMT-GT bahwa Presiden Indonesia Joko Widodo telah sepakat bahwa Malaysia dan Indonesia dapat membangun pelabuhan RoRo Dumai-Melaka.

Menurutnya, saat ini persiapan sudah dimulai di Dumai. Dia sudah meminta bantuan Kementerian Dalam Negeri Malaysia agar pembangunan RoRo di Malaka bisa segera dilakukan.

Dalam pertemuan antara Gubernur Riau dengan Menteri Dalam Negeri Malaysia dan Inspektur Jenderal Polisi Malaysia Tan Sri Akril Sani Haj. Abdullah Sani, Direktur Imigrasi Malaysia, Dato” Sri Khairal Dzemi.

Disusul oleh Dr. Abdul Jabbar bin Abu Bakar, Sekretaris Urusan Internasional, Kementerian Dalam Negeri, Malaysia (KDN) dan Puan Mazshida, Asisten Pertama Sekretaris Urusan Internasional, Departemen Dalam Negeri, Malaysia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.