October 6, 2022
Spread the love

Telah diumumkan bahwa seorang pemuda bernama Fahriadaullah Nour Rezki, 21, telah gagal mengikuti pelatihan sersan polisi setelah didiagnosa buta warna. Menanggapi hal itu, polisi menjelaskan pentingnya ketidakcakapan petugas yang menderita buta warna sebagian.  slot gampang menang

Kombes Gatot Repli Handoko, Direktur Humas Divisi Humas Polri, menjelaskan polisi harus bisa membedakan warna barang bukti agar bisa bersaksi dalam kasus penyitaan. kesaksian selama persidangan.

Gatot mengatakan kepada wartawan pada Jumat (6 Maret 2022) bahwa “itu memungkinkan saya untuk membedakan warna, terutama merah, hijau dan coklat, sebagai penyidik ​​atau saksi di pengadilan.”

“Petugas polisi dapat ditempatkan di Sataker, Detektif, Primob, Lorong, Dermaga dan lokasi lainnya. Polisi yang ditempatkan di pasukan Primob dan shabbar memiliki berbagai warna atau warna untuk kondisi di hutan atau lapangan, terutama coklat dan hijau. Itu akan membingungkan untuk membedakan antara Gatot.”

Aborsi Polisi Fehri

Seperti diketahui, kasus Fahrifaullah Nour Rezki, 21 tahun, yang tidak mengikuti pelatihan kepolisian menimbulkan kontroversi. Usai mengumumkan lolos seleksi tahap pertama, Fehri menyatakan dirinya tidak buta warna sebagian.

Pemuda asal Picayun di Jakarta Timur itu dinyatakan buta warna sebagian saat tim pelatih kembali memeriksanya. Berdasarkan hasil tersebut, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa keputusan pembubaran Fahri adalah final.

Fehri, kepala hubungan masyarakat di Bolda Metro Gaia Combs Zulpan, telah menyatakan bahwa sebagai akibat dari pengawasan dia buta warna sebagian dan tidak dapat mendaftar di kepolisian. Keputusan panitia seleksi untuk memberhentikan Fihri saat menyeleksi calon NPC tetap tidak berubah.

“Sejauh ini posisi Bulda Metro Gaya tidak akan mengubah keputusan, karena bisa menghitung keputusan,” kata Zulpan kepada wartawan di Bulda Metro Gaya di Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Zolban mengatakan pihaknya mencatat tes buta warna yang dilakukan tim pelatih Fehri. Investigasi mengkonfirmasi bahwa Volda Metro Gaya telah membunuh Paris dalam pemilihan tersebut.

Ia melanjutkan, “Adapun hasilnya, ada data dan rekaman pada saat tes ulang, sehingga yang bersangkutan gagal tes dan buta warna sebagian, jadi dia tidak menerima pelatihan apa pun sebagai anggota tes.” ” dia berkata.

Leave a Reply

Your email address will not be published.