January 28, 2023
Spread the love

Sukabumi, – Kementerian Pertanian, Pangan, dan Pedesaan (DKPPP) Kota Sukabumi, Jawa Barat memperkuat pengawasan impor ternak di beberapa daerah.

Langkah-langkah ini telah diambil untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi. Terutama menjelang Idul Adha dan Qurban.  slot gacor terbaru

“Kami terus mendistribusikan PMK kepada petani dan pedagang secara rutin,” kata Andrey Setiawan, Kepala Pelayanan KPPP, kepada , Kamis (6 Februari 2022).

Pemerintah Kota juga telah menerbitkan Walikota Sukabumi Nomor 5 tentang Kesadaran dan Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Sukabumi. Buletin HK.02.01/780/V/PROKOPIM-2022 telah diserahkan.

Andrey mengatakan, petugas pelayanan KPPP, termasuk dokter hewan dan staf, secara rutin mengunjungi kandang ternak untuk memeriksa dan mengawasi dokumen serta memeriksa kesehatan ternak.

“Ini juga evaluasi. Jika ada yang terluka, saya akan segera melaporkan dan mendapatkan perawatan,” katanya.

Mengenai akibat ternak yang terkena penyakit mulut dan kuku, Andrey mengakui ada dua kasus yang tercatat di kawasan Babkan Gambang. Keduanya dinyatakan positif berdasarkan hasil tes lab.

“Dari hasil laboratorium, dua orang terkena penyakit mulut dan kuku, sedangkan 18 orang selamat,” akunya.

Untuk memutuskan mata rantai pengiriman PMK dan pemiliknya tidak mau kehilangannya, akhirnya mereka menyembelih dua ekor sapi dan dagingnya aman untuk dimakan manusia.

”Alhamdulillah sejauh ini. Tidak ada hasil lebih lanjut dan tidak ada yang terkena PMK,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *