September 28, 2022
Spread the love

Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (RI), Lamhot Sinaga, dari Partai Golkar (Golkar), angkat bicara soal peretasan KIB dalam diskusi publik bertajuk “Pengukuran”. Trends in the 2024 Alliance” dilaksanakan pada Sabtu 6 April 2022 di Rumah Budaya Nusantara (RKN) Jakarta.  situs slot sering jackpot

Banyak pembicara juga hadir dalam acara tersebut. Selain Lamhot, hadir pula pengamat politik Junjun Hirianto dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan (PKS) Mabruri.

Lamhout mengatakan aliansi antara partai-partai sangat penting. Karena tidak ada partai yang bisa mencalonkan calon presidennya sendiri tanpa koalisi.

Lamhout menambahkan, masih perlu pembahasan lebih lanjut terkait pemilihan calon presiden dan wakil presiden dari partai yang dimaksud.

”Pengirimannya agak lama. Setidaknya hari ini KIB resmi pacaran. Setelah KIB terbentuk, kami terus menjalin kontak dengan PAN dan PPP. Itu seperti yang kami lakukan,” kata Lamhot.

Lamhot selanjutnya mengomentari hasil beberapa jajak pendapat presiden dan wakil presiden, yang diyakini partainya bukan tolok ukur. Menurutnya, masih terlalu dini untuk mempercayai hal tersebut.

“Kami dari Partai Golkar akan memastikan setelah pasangan calon presiden dan wakil presiden diputuskan di KPU. Kami akan menjabat sebagai Führer Golkar. Lamhut mengatakan desain konsorsium KPU akan mentransformasi konstelasi Airlangga dan kapasitas waralaba untuk tumbuh secara eksponensial.

Lamhout meyakini bahwa siklus politik 2024 akan kembali ke Partai Golkar. Tak hanya itu, ia yakin Irlanga akan menjadi presiden RI selanjutnya.

Dalam kasus yang sama, Mabruri mengatakan PKS tidak akan terburu-buru menentukan arah aliansi.

Namun, pihaknya berharap dapat membentuk tiga sumbu dalam konstelasi untuk menghindari polarisasi di masyarakat.

“Semuanya masih dinamis. Tahun 2019, kami juga menetapkan arah aliansi di akhir tahun.”

Taman ini terjalin dengan Maburi, berharap poros ke-3 akan keluar pada pemilihan umum 2024.

Anggota Majelis Jong-gon berkata, “Saya berharap ketiga sumbu itu adalah KIB, Guerindra, PDIP, Nasdem, PKS, dan Partai Demokrat Korea (PD).”

Gong Gon juga menambahkan, ada tiga faktor yang menentukan dinamika politik nasional ke depan.

“Pertama, angka. Kedua: dinamika internal dan eksternal partai. Ini masih terjadi dalam perjuangan Partai Demokrat Indonesia. Kehadiran Megawati Sukarnoputri, Ketua Umum PDIP, diharapkan bisa mengubah aturan partai. Ketiga: Terima secara publik atau terima.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.