October 2, 2022
Spread the love

JAKARTA – Tim penyidik ​​​​​​​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala nonaktif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jawa Barat, Agus Khotib, sebagai saksi ide dalap Bo kasusif

“Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk penyidikan tersangka AY [Ade Yasin],” kata Plt Juru Penindakan KPK Ali Fikri lewat keterangan tertulis, Kamis (19/5/2022). 

Selain Agus Khotib, penyidik ​​​​juga memanggil sejumlah saksi lainnya yakni, tiga PNS BPK Jawa Barat, Emmy Kurnia; Winda Rizmayani; Dan Desi Amalia.  rtp slot gacor 2022

Selanjutnya, Kavid Vina Marga Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Krisman Nugraha; serta tiga PNS di Dinas PUPR Kabupaten Bogor yakni, Gantara Lenggana; R Indra Nurkaya; Aldino Putra Perdana

Keterangan mereka juga dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Ade Yasin.

KPK telah menetapkan Bupati Bogor Ade Yasin bersama tujuh orang lain sebagai tersangka dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun anggaran 2021.

Adapun tersangka lain antara lain Maulana Adam, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor; Ihsan Ayatullah, Kasubdit Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor; Serta Rizki Taufik, PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Kemudian Anthon Merdiansyah, Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditor IV Jawa Barat 3 Pengendali Teknis; Arko Mulawan, Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Tim Ketua Audit Interim Kabupaten Bogor; Hendra Nur Rahmatullah Karwita, Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/pemeriksa; dan Gerri Ginajar Trie Rahmatullah, Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/pemeriksa.

Penetapan ini merupakan tindaklanjut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kota Bandung dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (26/4/2022), sekira pukul 23.00 WIB

Dalam menangkap tangan tersebut, KPK mencatat total 12 orang dan bukti berupa uang senilai Rp1.024 miliar dengan perincian Rp570 juta bentuk tunai dan rekening bank berisi dana Rp454 juta.

Suap itu diduga agar Pemkab Bogor menerima opini wajar tanpa kejutan (WTP) dari BPK Jawa Barat atas audit laporan keuangan tahun anggaran 2021.

Atas perbuatannya, Ade Yasin, Maulana Adam, Ihsan Ayatullah, Rizki Taufik sebagai penyuap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberandaupi 20 Tahun At 2001 tentang Perubahan 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara Anthon Merdiansyah, Arko Mulawan, Hendra Nur Rahmatullah Karwita, dan Gerri Ginajar Trie Rahmatullah sebagai penerima suap disangkakan tentang pelanggaran Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor19 39 PiUndanta Atas Undang-undang 31 Tahundang PiUndanta Atas Undang- Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Leave a Reply

Your email address will not be published.