October 2, 2022
Spread the love

Presiden AS Joe Biden mengatakan Korea Utara dan China tidak menanggapi proposal AS untuk vaksin COVID-19.

“Jawabannya ya, kami telah memberikan vaksin ke China serta Korea Utara,” kata mantan Wakil Presiden Biden dalam konferensi pers dengan Presiden Yoon Seok-yeol di Seoul, Sabtu (21/5/2022).  slot gacor proses cepat

“Kami siap melakukannya segera. Kami tidak mendapat tanggapan,'” kata Hill.

Kasus pertama yang dikonfirmasi dari Corona 19 di Korea Utara, negara yang terisolasi dalam lebih dari dua tahun.

Hanya dalam beberapa minggu, ada ratusan ribu kasus dan puluhan kematian terkait virus corona.

Ini mengkhawatirkan dunia karena Korea Utara memiliki akses terbatas ke perawatan kesehatan eksternal serta sistem perawatan kesehatannya yang lemah.

Dalam pernyataan bersama, Presiden Yoon dan mantan Presiden Biden mengatakan mereka akan bekerja sama untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Korea Utara.

Namun mereka mengatakan ada ketegangan antara kedua Korea dan kekhawatiran tentang uji coba rudal di Pyongyang.

Di China, jumlah kasus COVID-19 yang dikonfirmasi meningkat awal bulan ini.

Negara ini menerapkan strategi Nol Covid yang mencakup penguncian ketat dan pembatasan ketat lainnya untuk menahan epidemi.

Menurut catatan Worldometer pada Minggu, 22 Mei 2022, ada total 2,6 juta kasus suspek COVID-19 di Korea Utara.

Sebanyak 67 orang meninggal.

Sementara itu, di China terdapat 223.145 kasus terkonfirmasi kumulatif, 169 kasus baru, 3 kematian, dan 729 infeksi tanpa gejala.

Apakah Anda ingin bertemu Kim Jong-un?

Menurut laporan Hill, mantan Wakil Presiden Biden juga menyebutkan program nuklir Pyongyang.

Presiden Amerika Serikat telah mengumumkan bahwa dia akan mempertimbangkan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Ketika ditanya dalam keadaan apa dia akan bertemu dengan pemimpin Korea Utara, mantan Wakil Presiden Biden menjawab, “Itu akan tergantung pada apakah dia tulus atau serius.”

Mantan Wakil Presiden Biden menjawab pertanyaan pada konferensi pers setelah pertemuan puncak dengan Presiden Korea Selatan Yoon Seok-yeol.

Mantan Wakil Presiden Biden Donald Trump mengadakan tiga pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Tetapi pembicaraan antara pemerintahan Trump dan Korea Utara mengenai program nuklir akhirnya gagal.

Pemerintahan Biden telah berulang kali menyatakan bahwa mereka dapat mengadakan pembicaraan dengan Korea Utara tanpa syarat, tetapi Korea Utara telah menolak.

Pernyataan mantan Wakil Presiden Biden datang di tengah meningkatnya ketegangan atas program nuklir Korea Utara, yang dikenai sanksi internasional.

Pemerintahan Biden sedang bersiap untuk menguji kemungkinan rudal balistik atau nuklir di Korea Utara sementara Biden berada di Asia.

Korea Utara telah melakukan beberapa uji coba rudal balistik tahun ini.

Namun, Korea Utara belum melakukan uji coba nuklir sejak 2017.

(/ Ekanur Kayani)

Leave a Reply

Your email address will not be published.