October 2, 2022
Spread the love

Jakarta, – PT Pertamina (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp 2,05 miliar atau sekitar Rp 29,3 triliun. Kinerja ini merupakan peningkatan 95% dibandingkan laba bersih tahun 2020 sebesar $1,05 miliar (sekitar 15 triliun rupee).  situs judi slot online 2022

Menyusul hasil positif tersebut, penjualan Pertamina meningkat 39% menjadi $57,51 miliar pada tahun 2021 dari $41,47 miliar pada tahun sebelumnya. 

Demikian pula, EBITDA (EBITDA) meningkat 19% menjadi $9,45 miliar pada tahun 2021 dibandingkan dengan $7,95 miliar pada EBITDA 2020.

Saya menulis dokumen resmi yang disampaikan Nicke Widyawati, Dirut Pertamina, dalam rapat dengan redaksi Presiden pada Rabu malam (6 Agustus 2022).

Dokumentasi menyatakan perputaran komersial Pertamina hingga 2021 menghemat biaya $ 1,356 juta. Transformasi bisnis dan efisiensi biaya diwujudkan melalui program-program yang menurunkan biaya produksi (BPP), biaya operasional dan biaya lainnya.

Khusus untuk pengadaan minyak mentah dan produk, Pertamina mencapai efisiensi biaya sebesar $196 juta, efisiensi produksi primer sebesar $432 juta, dan efisiensi transportasi dan distribusi sebesar $287 juta. Dolar Amerika.

Perusahaan juga melaporkan penghematan biaya sebesar $28 juta dalam energi dan utilitas, $238 juta dalam efisiensi non-air dan pemeliharaan, dan penghematan secara umum, efisiensi administrasi dan keuangan. Itu mencapai $ 174 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published.