December 2, 2022
Spread the love

YOGYAKARTA, – Takziah ke rumah mendiang Buya Syafii Maarif, Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa meminta buku milik Buya dapat dihibahkan ke Pesantren di Pacitan.

(Tadi saya minta, ini kan bukunya Buya Syafii banyak sekali. Ada rencana akan dihibahkan ke salah satu sekolah Mualimin di sini.  bocoran situs judi slot online

Ia menyampaikan, pesantren tersebut membutuhkan buku-buku bacaan berkualitas seperti yang dibacakan oleh Buya Syafii Maarif.

Karena saya beberapa kali ke sana, supaya ruh dari semangat untuk mencari ilmu dan kemudian meluaskan wawasan dan pikiran mendikasikan terbaik untuk kemaslahatan umat.

Ia berharap, permintaannya dapat dikabulkan oleh pihak keluarga mengingat dia juga sudah melihat kondisib dari pesantren itu, serta diharapkan buku-buku Buya Syafii dapat menjadi referensi perpustakaan.

Dalam kesempatan ini, Kofifah menyebut Buya Syafii seperti ikan di lautan.

Karena dengan keilmuan yang tinggi Buya tidak terkontaminasi dengan lingkungan yang tidak baik.

“Kalau diibaratkan Buya ini seperti ikan di lautan, air laut itu asin walaupun hidup di laut tapi ikan itu tidak terkontaminasi asinnya air laut,” kata Kofifah.

Ia Menganalogikan Buya dengan air laut karena semasa hidupnya Buya adalah sosok ulama kharismatik memiliki pikiran-pikiran besar yang selama ini menyejukkan.

Sehingga banyak kekuatan politik yang ingin mendapatkan legitimasi atau justifikasi tertentu dari mendiang Buya Syafii Maarif.

Terutama sebagai kaderiyah Muhammad, Buya ingin Muhammadiyah tetap sejuk dan bersatu.

“Umat Islam juga menginginkan suasana yang damai dan bersatu, serta kebersatuan itu salah satu hal yang diperjuangkan oleh tokoh-tokoh besar, tokoh-tokoh bangsa yang dimiliki oleh innegerika”

Meninggalkan Buya Syafii Maarif ini menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia menurut Kofifah, karena pada saat-saat seperti ini pemikiran Buya dibutuhkan untuk mengawal bangsa dan negara.

Saat berbicara dengan istri mendiang Buya Syafii, Kofifah mendapatkan cerita bahwa Buya adalah sosok yang mandiri dalam menjalani kehidupan, baik itu skala domestik, maupun publik.

Kemandirian yang dilakukan oleh Buya bukan hanya diberitahukan atau dinarasikan tapi dijalankan oleh Buya dalam kehidupan sehari-hari.

“Rasanya tidak mudah mengikutinya tapi pembelajaran kehidupan saya rasa harus terus kita lakukan untuk kita cari yang terbaik bagi ikhtiar kita membangun ketahanan keluarga baru kemudian ketahhanan maninasional”

Menuruth Dia, Menzaga Ketahanan, Keluarga Bukanra, Sederhana. Menzaga Ketahanan Keluarga Sangat Penting Untag Diikuti Dan Dijalankan Dalaam Kehidupan Sehari-Hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *