December 4, 2022
Spread the love

Kualitas udara di Jakarta tercatat sebagai yang terburuk di dunia pagi ini. Catatan ini mengacu pada data Indeks Kualitas Udara (AQI) di situs web IQAir.

Data rating kualitas udara detikcom IQAir dikumpulkan pada 07.11 WIB, Senin (20/6). DKI Jakarta menempati urutan pertama pada pukul 07.36 WIB dengan skor AQI atau Indeks Kualitas Udara 192 atau tidak sehat.  daftar slot online

IQAir mengatakan, “Konsentrasi PM2.5 di udara Jakarta adalah 27 kali nilai pedoman kualitas udara WHO tahunan.

Sementara itu, kualitas udara tidak sehat tercatat di beberapa wilayah pagi ini, menurut aplikasi JAKIspu milik Pemprov DKI Jakarta. Indeks kualitas udara untuk lima kecamatan di Jakarta berada pada angka di atas 100 yang masuk dalam kategori tidak sehat. Sumber data dari pemerintah daerah DKI mengacu pada data dari Badan Lingkungan Hidup.

Berikut adalah versi data Indeks Kualitas Udara dari JAKIspu.

Jakarta Utara: 135 (tidak sehat) Jakarta Timur: 129 (tidak sehat) Jakarta Pusat: 112 (tidak sehat) Jakarta Selatan: 110 (tidak sehat) Jakarta Barat: 103 (tidak sehat)

BMKG ungkap penyebab memburuknya kualitas udara Jakarta

Sebelumnya, BMKG mengungkap penyebab memburuknya kualitas udara di Jakarta. Ahli deklimatologi tanaman BMKG Urip Haryoko menjelaskan, tingkat pencemaran di Jakarta telah meningkat dalam beberapa hari terakhir. Dalam data BMKG, kadar pencemar berada pada level 148 g/m3.

Kualitas udara Jakarta tidak sehat karena banyaknya polutan. Bahkan kontaminan ini terlihat dengan mata telanjang.

Seperti dilansir Antara, Minggu (19/6), Uribe mengatakan, “Anda dapat melihat konsentrasi PM2.5 yang lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya ketika kondisi udara di Jakarta agak tebal dan gelap.”

Urib mengatakan kualitas udara Jakarta dipengaruhi oleh berbagai sumber emisi. Sumber emisi berasal dari sumber regional seperti transportasi dan perumahan, atau sumber regional dari kawasan industri.

Setelah itu, dalam jangka waktu tertentu, emisi menumpuk, meningkatkan polusi di Jakarta. Pergerakan angin juga memindahkan polutan dari sumbernya ke lokasi lain.

Oribe menjelaskan: “Pola angin permukaan menunjukkan pergerakan massa udara dari timur dan timur laut menuju Jakarta, yang mempengaruhi akumulasi konsentrasi PM2.5 di daerah ini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *