October 1, 2022
Spread the love

JAKARTA – Mohammed Cosman (M. Casey), seorang YouTuber korban dan diketahui menjadi korban unit penyidikan tindak pidana kepolisian, melakukan pemukulan yang dilakukan oleh tersangka Inspektur Jenderal Paul Napoleon Bonaparte.

Casey memaparkan kronologi dan praktik pemukulan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Jaksa Agung (JPU) menghadirkan Casey sebagai saksi korban.  situs judi slot online terpercaya

Awalnya, jaksa meminta M. Casey untuk menguraikan pemukulan terhadap Napoleon Bonaparte.

Di sana, M Kece mengatakan telah terjadi diskusi antara dia dan Napoleon tentang konten yang dia buat, yang menimbulkan kontroversi.

Diskusi berlangsung di MKechbang yang terpencil, Rutan ke-11 Unit Reserse Polisi.

Casey mengatakan Kamis (19/5/2022) “Saya ada di sana, Jenderal (Napoleon) dan Chucky atau Pak RT (Disebut para tahanan)”.

Dalam sebuah diskusi, Napoleon Bonaparte mengatakan bahwa M. Casey telah memanggil tahanan lain yang katanya ahli.

Pakar bicara Kees yang akrab disapa Ust Maman Suryadi, kapten FPI Laskar, tak lama kemudian datang ke ruang tunggu M. Kece.

Singkat cerita, seseorang yang akrab disapa Maman Suryadi mengatakan bahwa M Keji memukulnya karena tidak senang dengan jawaban Casey.

Saya bertanya kepada Maman Suryadi, dikutip M. Casey: ”Mengapa kamu menghina Nabi Muhammad? Bagaimana kamu tahu bahwa Nabi Muhammad berkepala besar?”

MKeeji berkata ” pada diskusi Maman.

‘Dia (Maman) adalah ‘Tidak, itu bohong,’ kata Casey. ‘Dia langsung memukul saya.’

Casey mengatakan tak lama kemudian bahwa Napoleon Bonaparte telah bunuh diri dua kali.

Mendengar riwayat tersebut, hakim laki-laki PN Jakarta Dgwiamto langsung meminta M. Casey untuk mengeksekusinya di depan persidangan.

Dan dari situ, March M. Casey langsung melihat keadaan pemukulan terhadap mantan Kapolri tersebut.

Kemudian berhenti m. Casey di tempat saksi dan jaksa menemaninya untuk membantu mengatur kronologi.

M menjelaskan. Casey: “Pertama saya menamparnya seperti ini (dengan tangan kirinya ke pipi kirinya), lalu dia meninju saya seperti ini (ke pelipis kirinya), dan yang lain mengikuti saya.”

Tak lama setelah pemukulan, beberapa tahanan lain ikut melakukan pemukulan.

Casey mengatakan bahwa saat pemukulan berlangsung, Kapten Napoleon telah menghentikan pemukulan dan menuntut agar tahanan lain keluar.

Namun, Napoleon mencari perintah dari salah satu terdakwa lainnya, dan ternyata pesanan yang dibawa termasuk porsi yang dibungkus kantong plastik alias porsi.

Napoleon menyerahkannya M. Casey. ‘Kemudian terdakwa berhenti berkata ‘Berhenti di sini, mana perintah saya’.’

Setelah itu, Kapten Napoleon M. Casey harus menutup matanya dan membuka mulutnya.

Selang beberapa waktu, Napoleon mengambil isi kantong plastik dan mengoleskannya ke wajah M. Casey.

‘jadi ‘tutup mata bro’ memejamkan mata seperti itu (menunjukkan tangan saya dengan mata tertutup), saya membuat lubang kecil untuk melihat apa yang akan dia lakukan. Setelah saya melihatnya, saya menyuruhnya untuk membuka mulut saya nanti dan saya mengambilnya. Apa yang saya tidak tahu adalah bahwa saya memasukkannya ke dalam mulut saya dan semuanya masuk dan saya pikir itu adalah lumpur, tetapi baunya sangat buruk sehingga ternyata itu adalah kotoran atau kotoran manusia.” Cerita tertutup bangku.

Di sana, jaksa kembali meminta M. Kece untuk berlatih ketika Inspektur Napoleon memasukkan kotoran ke mulutnya.

Casey mengatakan bahwa Napoleon menghinanya karena wajahnya yang menyerupai dasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.