October 1, 2022
Spread the love

 Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan perusahaan untuk meningkatkan efektivitas karyawannya. Padahal, hal itu harus kami lakukan karena kami yakin dapat memberikan efek yang baik bagi perkembangan perusahaan.

Setiap karyawan memiliki nilai lebih yang tentunya akan meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas dan kreativitas. Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia harus dilakukan dengan sungguh-sungguh seiring dengan prospek ke depan.  situs judi slot online terbaik

Hal ini juga dijelaskan oleh Mincot, Supervisor HRD Bacot, dalam Obsessive Season 5 berjudul Pentingnya Pengembangan Karyawan. Di sana, ia menekankan pentingnya mengembangkan karyawan melalui berbagai model yang dapat dicoba oleh perusahaan.

Jangan hanya menyerahkan keterampilan Anda kepada karyawan yang bekerja. Jika mereka menginginkan mindset berkembang dan kritis, maka tentu saja perkembangan mereka harus didorong juga.

Konsep Pengembangan Karyawan

Idealnya, menurut Mincott, pengembangan karyawan akan menggunakan konsep 70, 20, 10. Angka ini 100% dari waktu belajar seseorang dalam lingkup tugas.

Diterjemahkan, 70% adalah experiential learning, sebuah proses di mana karyawan belajar melalui pengalaman langsung. Sedangkan 20% merupakan bentuk pembelajaran sosial dimana karyawan belajar melalui hubungan sosial atau umumnya dengan orang yang lebih berpengalaman.

Terakhir, 10% pembelajaran formal. Dalam jenis pembelajaran ini, staf difasilitasi oleh kegiatan yang terorganisir dengan baik, seperti modul atau jadwal kelas.

Dari angka persentase kita dapat menyimpulkan bahwa experiential learning adalah metode yang paling penting. Oleh karena itu, seorang pegawai yang mempelajari pembelajaran semacam ini harus didampingi oleh seorang mentor atau supervisor agar dapat mengoreksi kesalahan yang ada.

Model Pengembangan Karyawan

Selain konsep, ada juga model pengembangan karyawan yang bisa Anda coba. Pertama, perluasan lapangan kerja. Bentuk ini biasanya dilakukan dengan menambah beban atau tanggung jawab karyawan.

Yang paling menonjol dari model ini adalah bobot tambahan di luar posisinya. Biasanya, formulir ini digunakan oleh perusahaan yang masih memiliki dana kecil dan karyawan yang lebih sedikit.

Kedua, penguatan pekerjaan, yaitu peningkatan wewenang dalam bidang atau pekerjaan yang sama. Misalnya, yang dulu tanggung jawabnya hanya menyediakan data, kini seorang karyawan harus bisa menganalisis dan mengambil keputusan atas data yang diberikan.

Ketiga, melalui pembelajaran sosial. Jenis model pengembangan ini menggunakan pihak kedua untuk membantu karyawan berkembang. Ada dua metode: pendampingan dan pendampingan.

Pelatihan biasanya dilakukan dengan membantu karyawan mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan mereka melalui pertanyaan. Hal ini dilakukan agar mereka dapat menemukan solusi dengan ide-ide mereka sendiri.

Dengan cara ini, seorang supervisor atau mentor tidak dapat mengarahkan dan menyajikan solusi secara jelas.

Di sisi lain, arahan dilakukan oleh atasan dengan menginstruksikan karyawan tentang apa yang harus dilakukan. Meskipun kedua metode tersebut berbeda, namun tetap membutuhkan waktu interaksi yang cukup untuk membuat upaya pengembangan lebih interaktif.

Setelah berhasil menunjukkan kemajuan terhadap tenggat waktu dan tujuan yang ditetapkan, karyawan yang masuk dapat menerima bonus atau hadiah, tergantung pada programnya. Ini, pada gilirannya, disesuaikan dengan kebijakan masing-masing perusahaan.

Streaming Obsessive di Spotify musim kelima untuk mendengar wawasan menarik lainnya tentang dunia karya HRD Bacot. Siaran ini sangat mudah di dengar bagi para fresh graduate yang masih bingung dengan dunia kerja.

Juga, streaming setiap Kamis dan Minggu agar Anda tidak ketinggalan saat episode baru ditayangkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published.