October 2, 2022
Spread the love

KAI Commuter melakukan perubahan dasar di Stasiun Manggarai beberapa hari lalu. Akibat aturan ini, banyak penumpang KRL yang mengeluhkannya.

Keluhan penumpang terkait dengan kelelahan transit, turbulensi dan inefisiensi waktu. Menanggapi hal tersebut, Anne Purba, Vice President KAI Commuter, mengatakan kebijakan baru tersebut jelas menimbulkan pro dan kontra.  situs judi online gacor

“Jadi ya, ada pro dan kontra. Tapi di Bekasi-Tanah Abang, mereka pasti senang tidak perlu bersinggungan lagi. Tapi tidak perlu, jadi apa yang harus kita lewati, pasti ada kritik dan sarannya. perubahan budaya.. Juga, lift dan eskalator saat ini dipasang di fasilitas transportasi umum, sehingga Anda dapat menggunakannya dengan nyaman.”

Selain itu, beberapa penumpang lainnya mengaku belum menerima komentar sosial dari KCI. Setelah itu, sosialisasi akan dilanjutkan secara langsung dan melalui platform media sosial.

”Kami perkirakan penumpang ini membutuhkan waktu 14 hari untuk menyesuaikan diri. Namun, perlu diingat bahwa pengguna layanan KRL bersifat musiman dan juga reguler,” kata Ann.

“Jadi, komunikasi edukatif yang paling tepat adalah menginformasikan saat berada di stasiun transfer di kereta dan stasiun, dan memberi tahu saat berada di KRL,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu Hari, 35, yang bekerja di Tangerang, mengatakan perubahan itu tentu akan lebih berbelit-belit. Pasalnya, ia mengaku hanya melakukan satu kali transfer di Stasiun Dori pada awalnya. Setiap hari dia harus bolak-balik dari Jakarta ke Sippinong untuk bekerja dan dia menggunakan transportasi KRL setiap hari.

“Mengubah rute lebih rumit. Sebenarnya harus melewati lebih dari satu kali. Karena hanya harus lebih sering menyeberang. Nanti capek. Biasanya bisa langsung dari Duri ke Nambochibinong. Sekarang harus menyeberang lagi. . Itu saja,” kata Harry. Saat ditemui di tempat, Senin (30/5).

Warga lainnya, Issa, 55, mengaku harus menyeberang berkali-kali dan tertantang dengan perubahan jadwal.

”Ya, saya sudah tahu ada pergeseran penyeberangan Jatinegara ke Manggarai. Pulang dari Jatinegara sudah tidak tertahankan,” jelas Issa.

“Lebih susah dan lebih melelahkan. Asyiknya langsung dari Sinyeong ke Bogor. Kemarin jalan-jalan jauh-jauh ke Priuk dan akhirnya ke Kuta,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.