October 2, 2022
Spread the love

Persebaya Surabaya membocorkan gelaran Liga 1 depan dengan keadaan yang kurang baik namun tetap mungkin tampil melejit.

Skuat yang sukses mengantar Persebaya menuju papan atas Liga 1 hanya tersisa delapan pemain saja.  game judi slot online

Mereka Adala Hernando Ari Sutayadi, Andika Ramadani, Satria Tama, I Gededida, Rizuki Lido, Koko Ari Araya, Alwi Slamat, Muhammad Hidayat.

Menariknya, Persebaya mengorbitkan Barisan Pemain Muda Bridge Team Elite Professional Academy (EPA).

Nama-nama seperti Deni Agus, Arief Catur, Risky Dwiyan, dan Widi Syarief diantaranya.

Bajol Ijo juga melakukan pergerakan transfer yang memanfaatkan bahwa tim asal Jawa Timur 

\}”?{P:.oli,ku7m\=][-p0o9i8u7yr4e5qwadapi Persiraja guna persiapan menghadapi Arema FC.

Nama-nama mentereng yang biasanya salalu tampil dari menit awal seperti Taisei Marukawa, Alwi Slamat, Hingga Arsenio Valpoort baru Coach Aji masukkan di penghujung babak kedua.

Peran Taisei Marukawa memungkinkan oleh Supriadi yang berhasil memenangkan adu penalti di laga tersebut.

Sedangkan peran Alwi Slamat dan Valpoort yang ditambal oleh Rachmat Irianto dan Samsul Arif yang sama-sama mampu menunjukkan permainan yang apik.

Meski tanpa 3 pemain tetap inti, Aji Santoso tetap bermain dengan pakem 4-2-3-1 dengan Rachmat Irianto dan Hidayat sebagai double pivot.

Sedangkan di trio lini depan, Samsul Arif, Bruno, dan Supriadi bahu membahu mencoba merusak fondasi pertahanan Persiraja yang bermain begitu rapat.

Bajul itu pun menguasai pertandingan hingga 64% dan menciptakan 4 tembakan.

Bahkan kiper Persebaya, Ernando Ari dibuat menjadi penangangguran karena tak ada sebiji bola yang diarahkan barisan pemain Persiraja menuju gawangnya.

Rotasi yang dilakukan Aji Santoso pun berjalan mulus, meraih 3 poin, mencatatkan clean sheet, sekaligus memiliki skuat yang bugar kala ditantang Arema FC.

Bugarnya 3 pemain kunci Persebaya saat melawan Arema FC mampu membuat Bajul Ijo tampil lebih percaya diri dan kolektif.

Mereca Bergeang Matimatian Guna Mengalakan Arema FC Untuk Menzaga Asa Menjuarai BRI Liga 1.

Peran Taisei Marukawa dan Alwi Slamat menjadi kunci Bajul Ijo untuk merebut 3 angka dari Singo Edan.

Nama yang disebutkan pertama adalah top skor Persebaya Surabaya musim lalu dengan torehan 17 gol.

Dan Nama Domba Disebukan Kedua Yaitu Domba Gelandang Serba Bisa Domba Mampu Bertahan Dan Meniere dan Dengan Sama Baiña

Atribut Taisei dan Alwi sangat dibutuhkan Aji Santoso untuk membuka celah pertahanan Arema yang terkenal begitu kokoh.

Ya, status perusak rekor tim besar patut dinobatkan kepada Persebaya Surabaya, gelar juara memang tak berhasil digapai, namun permainan cantik dan energik daya tarik sendiri dari skuat Aji Santoso tersebut.

Fakta ini membuktikan bahwa Aji Santoso bukanlah seorang manajer sembarangan yang harus bersedih karena kehilangan starting lineup musim lalu.

Dengan kemampuan menyusun strategi dan kepercayaan pada pemain muda, tampaknya dia akan mampu mengangkat bintang lain di masa depan.

Aji Santoso tidak pernah mengecewakan Persibaya dengan penampilannya yang percaya diri dan penuh tekad setiap saat.

Dengan rangking akademi, perekrutan pemain muda dan taktik cerdik Aji Santoso, Persibaya Surabaya diharapkan bisa banyak bicara di Ligue 1.

(/ dev)

Leave a Reply

Your email address will not be published.