October 2, 2022
Spread the love

Jakarta, – Dittipidkor Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan tersangka kasus korupsi menduduki lahan untuk pembangunan rumah susun (rusun) di Cengkareng barat. Anda mengirim uang atau menghasilkan uang dari luar Jakarta.

Polisi juga bekerja sama dengan FBI untuk melacak kebocoran uang yang diduga dilakukan oleh tersangka Rudy Hartono Iskandar (RHI).  judi slot online terlengkap 2022

Brigjen Kayono Wibowo, Kepala Departemen Tipikor dan Kriminal Polri, mengatakan kepada wartawan di Mabes Polri Jakarta, Rabu (8/6/2022).

Ga Hyeon-oh menduga aliran uang akan mengalir ke berbagai negara. Namun, dia belum mengungkapkan negara mana yang terkait dengannya.

Menurut dia, penyidik ​​masih melanjutkan penyidikan untuk mengetahui aliran dana dan harta benda para tersangka yang diduga berada di luar negeri.

Dalam kasus ini, diketahui Barescream telah menetapkan dua tersangka.

Para tersangka adalah Sukhmana (selatan), direktur Badan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Biro Pembangunan Perumahan Pemprov DKI Jakarta, dan Rudi Hartono Iskandar (RHI) dari pihak swasta.

Diperkirakan peristiwa korupsi terjadi pada tahun 2015 di atas lahan seluas 4,69 hektar dan 1.137 meter persegi di kabupaten Cengkareng.

Saat itu, tanah tersebut dibeli oleh Otoritas Pembangunan Perumahan (DKI) Pemprov DKI Jakarta senilai Rp 668 miliar.

Karena bukti kepemilikannya adalah hasil rekayasa, maka diklaim bahwa sebagian atau seluruh organisme bumi berada dalam keadaan bermasalah.

Terkait kasus ini, tim penyidik ​​KPK menyita banyak aset senilai Rp 70 miliar sebagai barang bukti.

Ga Hyun-no berkata, “Jika Anda melihat ini, kerugian fiskal nasional sekitar 650 miliar rupee, tetapi kami akan memulihkan sekitar 700 miliar rupee.”

Aset tanah dan/atau bangunan yang sedang dalam proses pengurusan izin sita senilai Rp57,354 juta itu selanjutnya terdiri dari satu bidang Kota Bali dan satu bidang Denpasar Bali.

Selanjutnya, aset tanah dan/atau bangunan yang disetujui untuk disita dan segera disita penyidik ​​sebesar Rp166.215 juta, terdiri atas tiga bidang Celandak Barat dan dua bidang Pondok Indah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.