September 26, 2022
Spread the love

BANDUNG, – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat meminta pengelola sekolah swasta untuk mengakomodir siswa kurang mampu dalam Proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PPDB).

Didi Subande, Direktur Pusdiklat Jabar, berharap kebijakan ini dapat mewujudkan hak atas pendidikan di semua lapisan masyarakat.  website slot gacor

Didi mengatakan dalam keterangan tertulis pada Selasa (31 Mei 2022) bahwa “Saya mendesak lembaga swasta untuk membahas bagaimana mengakomodasi yang rentan.”

Bagian 16 memperjelas bahwa pemerintah daerah dapat memasukkan sekolah-sekolah yang dikelola masyarakat. Di sisi lain, penegakan peraturan untuk sekolah yang dikelola oleh masyarakat lokal ditentukan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.

Didi mengatakan banyak orang tua dari keluarga miskin yang enggan menyekolahkan anaknya karena mahalnya biaya sekolah swasta.

Didi berharap tidak ada siswa yang putus sekolah sebelum akhir pendidikan karena kendala biaya.

Dia mengatakan, situasi itulah yang ditakuti sebagian orang tua saat menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.

Ia menjelaskan, dalam PPDB 2022, proporsi rumah tangga miskin secara ekonomi (KETM) ditetapkan sebesar 12%. Namun, jumlah rumah tangga miskin di Jawa Barat bisa meningkat karena pascapandemi COVID-19.

Di sisi lain, jumlah sekolah di Jawa Barat hanya bertambah delapan sekolah negeri, yang terdiri dari enam sekolah swasta dan dua sekolah menengah. Jumlah sekolah swasta bertambah 31.

Didi menegaskan, pemerintah daerah Jawa Barat telah meningkatkan dukungan bagi siswa miskin yang belajar di sekolah swasta, termasuk Bantuan Pendidikan Menengah Komprehensif (BPMU).

Pada PPDB 2021, Pemprov Jabar diketahui memberikan bantuan anggaran kepada keluarga kurang mampu yang bersekolah di sekolah swasta. Total per siswa per tahun adalah Rp 2,7 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published.