October 1, 2022
Spread the love

Italia terkenal dengan arsitektur dan alamnya. Tak heran jika negara ini menjadi tujuan liburan para wisatawan dari seluruh dunia.

Tapi siapa sangka ada pulau berhantu di Italia di luar keindahan ini? Pulau Poviglia.

Pulau hantu yang dikutip The Mirror ini persis berada di lepas pantai antara Venesia dan Lido.  slot gacor gampang jp

Selama 54 tahun terakhir, pulau Phobilia telah ditutup untuk umum sehingga wisatawan tidak bisa mengunjunginya.

Yang berkunjung ke pulau tersebut hanyalah wisatawan dengan izin khusus atau wisatawan ilegal yang diam-diam menyusup ke pulau tersebut.

Dari luar, pulau Poviglia memang menawan. Air biru dan pepohonan yang rimbun mengelilingi pulau.

Namun, suasana di dalam pulau berbeda. Ada sebuah bangunan rumah sakit jiwa yang ditinggalkan sejak lama.

Pemakaman 160.000

Sebutan Pulau Hantu tidak terlepas dari kisah kelam yang terjadi di pulau Phobilia. Itu dimulai pada 1793 ketika Black Death dan kolera, juga dikenal sebagai Black Death, melanda Italia.

Menurut informasi dari (7 September 2021), warga Italia yang dianggap sakit akan segera dikarantina dan dideportasi ke Pulau Poviglia untuk mencegah penularan.

/KRISNA DIANTHA Sebuah bangsal di Phobilia Asylum di Venesia, Italia.

Sayangnya, penduduk yang diasingkan ke Isle of Phobili sudah meninggal. Bahkan, para dokter dan tenaga medis harus mengenakan masker kepala burung berparuh panjang dan jubah hitam untuk mencegah bau mayat masuk ke hidung.

Mengutip The Mirror, wabah di pulau Poviglia telah menewaskan sekitar 160.000 orang.

Jenazah mereka dikremasi dan dikubur di lahan seluas 18 hektar di pulau Phobilia.

Upaya tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran wabah tersebut. Sampai hari ini, diketahui bahwa sisa-sisa kremasi massal menutupi lebih dari 50% dari total luas pulau.

Suaka di pulau Povilia Italia

Bahkan setelah Italia mengatasi wabah ‘Maut Hitam’, kisah menakutkan tentang Pobilia tidak berakhir. Babak baru dalam kisah Pulau Gelap dimulai dengan pembangunan rumah sakit jiwa berskala besar di abad ke-20.

Menurut laporan setempat, dokter di rumah sakit jiwa menyiksa dan membunuh pasien. Dokter melakukannya dengan mengerikan.

/KRISNA DIANTHA Bangunan suaka di pulau Povilia di Italia utara

Dokter menggunakan alat primitif untuk bereksperimen dengan pasien. Hingga saat ini, alat-alat tersebut diduga banyak tertinggal di gedung-gedung rumah sakit.

Menurut berbagai laporan, nasib dokter tidak begitu mengenaskan. Dikatakan bahwa dia melompat dari menara lonceng pada tahun 1930-an. Dia mengatakan dia marah dengan hantu pasien yang dia bunuh.

Puluhan tahun kemudian, penduduk setempat mengklaim bahwa bel masih bisa didengar meski sudah dipindahkan dari menara.

Sepasang penjelajah pemberani dari Inggris memberanikan diri mengunjungi pulau angker. Nadine Matt, 40, dan Andy Thompson, 54.

Keduanya merekam keadaan Pulau Poviglia dalam video. Video itu menunjukkan bangunan-bangunan bobrok yang ditinggalkan, kuburan massal besar-besaran, dan reruntuhan kuno.

Di antara mereka ada tempat tidur dan wadah besar yang diyakini digunakan untuk kremasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.