September 28, 2022
Spread the love

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengumumkan bahwa gas bumi harus memainkan peran yang semakin meningkat dalam memenuhi permintaan energi yang terus meningkat. Selandia Baru) 2060.  slot gacor deposit pulsa

Totoka Ariadji, direktur minyak dan gas di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan semua anggota G20 dan negara-negara lain telah berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon mereka dan menargetkan Selandia Baru pada tahun 2060. Energi akan terus tumbuh hingga tahun 2050 dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi.

Keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi dan kelestarian lingkungan membutuhkan peran gas yang meningkat dalam transisi energi bersih.

Investasi dalam proyek gas alam harus meningkat secara global untuk mendorong penggunaan gas alam yang lebih besar. kata Totoka, Kamis (26 Mei 2022), mengutip situs resmi Ditjen Migas.

Totoka meyakini kerja sama internasional, termasuk G20, akan semakin berkontribusi dalam meningkatkan peran gas dalam mendukung netralitas karbon.

Untuk mencapai Selandia Baru, menurut Totoka, setiap negara memiliki pendekatan uniknya sendiri untuk mempercepat transisi ke energi bersih.

Transisi ke energi bersih harus dilakukan secara komprehensif di berbagai tahapan, dengan mempertimbangkan daya saing, biaya, ketersediaan, dan keberlanjutan untuk memastikan transisi yang mulus tanpa mengorbankan ketahanan energi.

Dalam kasus Indonesia sendiri, sejak pertama kali diproduksi pada tahun 1965, gas bumi untuk keperluan rumah tangga di Indonesia terus meningkat. Sebelumnya, gas terutama digunakan untuk ekspor. Saat ini, lebih dari 60% produksi gas Indonesia digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Porsi gas bumi dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) ditargetkan mencapai 24% dari bauran energi nasional pada tahun 2050.

62,39 Total cadangan gas TSCF tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah Indonesia mengundang semua calon investor untuk berkontribusi dalam pengembangan cadangan.

Untuk menjaga ketahanan energi, Indonesia menargetkan untuk memproduksi 12 miliar kaki kubik gas alam pada tahun 2030. Berdasarkan neraca gas Indonesia, diperkirakan terdapat potensi surplus untuk memasok kebutuhan industri baru baik lokal maupun ekspor.

Secara khusus, untuk memenuhi kebutuhan lokal akan industri dan pembangkit listrik, pemerintah Indonesia terus meningkatkan pembangunan infrastruktur, seperti infrastruktur pipa gas.

Selain itu, pengembangan jaringan pipa LNG virtual skala kecil penting untuk mengamankan pasokan energi di wilayah tertentu yang secara geografis terbatas, seperti pulau-pulau kecil yang tersebar, terutama di wilayah timur.

“Cadangan dan potensi yang kaya ini telah membuka pasar gas bumi di Indonesia. Kami menyambut investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan gas Indonesia guna mencapai target NZE 2060 sekaligus menyediakan pasokan energi yang stabil,” kata Tutuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.