October 6, 2022
Spread the love

Nunukan – Seorang mantan pekerja seks komersial (PSK) berinisial SR (43) ditahan Polres Nunukan pada Jumat sore, 20/05, dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang siswa laki-laki berinisial R (16).  slot gacor terbaru

Kapolres Nunukan Ricky Hadyyanto melalui Ipto Supriyadi, Pj Kabag Humas Polres Nunukan, AKBP Kapolres Nunukan Ricky Hadyyanto, mengatakan kepada Mabitang bahwa tersangka yang dipenjara di Jalan Tanjung, kota sebelah barat Nunukan, diikat dengan rumput laut. dikatakan telah bertunangan

kata Supriyadi 11,35 watt pada Sabtu (21/5/2022).

Supriyadi menjelaskan, kontak antara korban dan tersangka dimulai pada Maret 2022.

Keduanya berkenalan melalui aplikasi TikTok dan melanjutkan percakapan mereka di WhatsApp.

Korban R adalah anak seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Orang tuanya bekerja di Chingau, Malaysia.

Ia mulai sering bertemu dengan tersangka pelaku setelah SR menginginkan R menjadi anak angkatnya.

“Di Nunukan, korban tinggal di asrama sekolah. Menurut orang tua dan guru korban, korban sering beribadah sepulang sekolah dengan izin pengelola asrama. Asrama putri” ujarnya.

Menurut ibu korban, Supriyadi mengatakan, perempuan yang diduga mantan PSK itu kerap mengirimkan foto cabul.

Akibatnya, korban kerap bertemu dengan terduga pelaku di kost tempat SR tinggal.

Pada akhirnya, kambing hitam R dibuat berkali-kali untuk memuaskan keinginan SR.

Dikenal sebagai murid yang ceria, R cenderung melamun dan sering melihat gurunya berbicara sendiri.

Korban saat ini mengalami depresi berat atau syok dan dirawat di RS Nunukan.

Sementara itu, penyidik ​​Polres Nunukan masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Termasuk yang membuat korban sangat tertekan.

“Penyidik ​​masih mendalami tersangka. Apa motifnya, termasuk apakah dia benar-benar terlibat prostitusi. Faktor penerapan pasal itu nanti setelah selesai rantai judul kasus,” katanya.

Penyidik ​​sedang mendalami obat yang diberikan tersangka kepada korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published.