October 1, 2022
Spread the love

Gunungkidul – Pasar Hewan Gunungkidul dibuka kembali setelah ditutup selama dua minggu akibat penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Meski dibuka, tidak terlihat adanya stretch mark pada aktivitas perdagangan hewan.

Isnaning Suindarti, direktur pasar hewan Siyono di Kapanewon Playen, mengatakan aktivitas telah dipotong setengahnya.  rekomendasi situs slot gacor

“Baik pembeli maupun dealer yang datang ke sini turun 50%,” kata Esnanning saat ditemui Jumat pagi (17/6/2022).

Dia menilai situasi pasar hewan yang tenang tak lepas dari kekhawatiran para pedagang dan pembeli tentang PMK.

Hal ini dikarenakan virus penyebab penyakit ini dapat menyebar dengan cepat dan menginfeksi ternak di rumah Anda.

Akibatnya, harga sapi yang diperdagangkan juga turun tajam.

Bahkan Isnaning mengatakan bisa ada selisih pengurangan sebesar Rp 6 juta per ekor untuk jenis sapi tersebut.

”Sapi besar biasanya sampai Rp 30 juta. Kalau dulu harganya sudah naik sampai Rp 24 juta,” katanya.

Ini adalah hari kedua pasar di Shiono Animal Market, yang telah ditutup selama dua minggu.

Usai dibuka kembali, Isnaning mengaku, ditemukan sekitar belasan sapi yang diduga PMK.

Namun dia tetap ingin agar dealer dan pembeli tidak terlalu khawatir. Karena Anda dapat mengambil tindakan pencegahan independen untuk mencegah penyebaran gelombang radio.

Isnanning mengatakan, “Yang pasti harus waspada dan benar-benar bisa mengenali ciri-ciri ternak yang rentan penyakit mulut dan kuku.”

Wawan, 42, yang membeli sapi dari Mulu di Nosari, kini datang ke pasar untuk melihat-lihat. Dia bisa membeli hingga 3 ekor sapi dalam satu kunjungan.

Dia juga mengaku prihatin dengan penyebaran partai tersebut. Sebab, selain kesehatan ternak, pendapatan sebagai pembeli juga terpengaruh.

Wawan berkata, “Karena menjual bisa jadi sulit karena Anda ingin menjual, tetapi keinginan untuk membeli sangat sedikit.” 

Leave a Reply

Your email address will not be published.