October 2, 2022
Spread the love

Medan – Siswa salah satu SMP Negeri di Medan, Sumatera Utara belum mengikuti ujian kelulusan.

Seorang siswa sekolah menengah berinisial N (14) merasa malu karena menjadi korban pelecehan seksual.

Kepribadian korban tertutup karena kekerasan seksual yang dialaminya.  bocoran situs slot online 2022

Korban merasa malu dengan teman-temannya atas keadaan yang dialaminya, membuatnya ragu untuk pergi ke sekolah dan mengikuti ujian kelulusan.

Korban NA mengatakan, “Saya yang menangani kasus anak saya kemarin. Kemarin anak saya ingin menunda kasus ini, jadi saya malu untuk pergi ke sekolah, jadi saya tidak ikut ujian kelulusan.” .” Sabtu (21/5/2022) Orang tua.

Kemudian NA mencoba pergi ke sekolah.

Ia berharap sekolah dapat membantunya memahami kondisi putrinya dan memenuhi kebutuhan sekolah putra sulungnya.

Narcotics Anonymous berkata: “Kemarin saya meminta sekolah untuk membantu mendidik anak saya karena dia tidak mengikuti ujian kelulusan sampai akhir teman-teman sekelasnya.”

Kemudian, Narcotics Anonymous meminta pihak sekolah untuk membuka hati dan membantu anak-anak mereka yang menjadi korban perilaku memalukan yang mengganggu pikiran mereka.

Kasus penyerangan tidak disengaja terhadap obat bius anonim telah memasuki tahap penyidikan oleh unit Reserse Kriminal Polres Medan.

Perilaku kemerosotan yang dialami korban sebelumnya dilakukan oleh seorang remaja bernama HB, 18, yang juga masih duduk di bangku SMA.

Di sebuah rumah kos di Medan, pelaku berniat melakukan pelecehan seksual terhadap NA.

Pelaku korupsi terjadi pada 12 April 2022. Saat itu, HB menjemput korban di perempatan rumahnya di Kota Medan, Kabupaten Medan.

Saat itu, pelaku membawa korban pulang bersama teman A dan NB lainnya. Lalu, saya biasa Tik Tok di kos-kosan sampai larut malam.

Saat dia hendak pergi bekerja, penjahat itu memerintahkan kedua temannya untuk pergi keluar dan membeli sesuatu.

Saat sendirian, pelaku melonggarkan paksa celana korban. Pelaku menutup mulut korban dan memaksa melakukan hubungan seksual.

Keluarga mengetahui kecelakaan itu hanya beberapa hari kemudian. Melihat noda darah di celana dalam korban, sang nenek bertanya kepada cucunya dengan curiga.

Namun karena takut, korban menolak untuk jujur ​​kepada neneknya. Setelah kejadian itu, NA berubah sikap dan menjadi semakin pendiam dan menjauh.

(Penulis: Bangsa Ankara)

Artikel yang tayang di Medan.com dengan tajuk keluh kesah respon sekolah tanpa mengikuti ujian kelulusan setelah siswa SMP di Medan ini menjadi korban Rudapaksa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.