October 2, 2022
Spread the love

Karya mahasiswa di sekitar patung kuda di Jakarta Pusat itu rusuh kemarin (20/5/2022) Jumat siang.

Kapolsek Gambir Ranju Sirigar juga menjadi korban aksi ricuh ini.

Dia jatuh dan diinjak-injak oleh orang banyak. situs judi slot gacor

Kabar tersebut dibenarkan oleh Kapolres Jakarta Pusat Coombs Paul Kumarudin sendiri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kumardin mengatakan “telah terjadi tindakan provokatif yang mengakibatkan beberapa anggota kami menjadi korban, termasuk Kapolres Gambir.”

Lantas, siapakah tokoh Geumbul Ranju Sirigar?

Melalui penyidikan, Kumpul Ranju Sirigarh menjabat sebagai Kapolsek Gambir sejak Februari 2022.

Ia salah satu petugas yang dirotasi Inspektur Kabolda Metro Jaya Fazel Imran.

Mengutip .tv, penggantian tersebut dimaksud dalam telegram nomor ST/74/II/KEP/2022 tanggal 8 Februari 2022 dan ditandatangani oleh Karo SDM Kombes IBK Putra Narendra atas nama Pengawas Keuangan Kabolda Metro Jaya Fazel Imran.

Sebelum menjadi Kapolres Gambir, Kumpul Ranju menjabat sebagai Wakil Direktur II Kanit 3 Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya.

Pada 2020, Kumpul Ragu Sirigar juga menjabat Kapolres Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Jadilah korban dari bisnis yang berantakan.

Saat mengamankan acara di patung kuda baru-baru ini, Kompol Rango Siregar menjadi korban dari kericuhan yang sudah terjadi.

Kapolres Jakarta Pusat Paul Kumarudin menggambarkan aksi kejar-kejaran antara oknum polisi tak dikenal dengan masyarakat.

Dalam kecelakaan hutan, Rango jatuh dan diinjak-injak oleh orang banyak.

Ia mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kumardin mengatakan Jumat lalu, “Kapolsek Gambir saat ini sedang dibawa ke rumah sakit.

Selain Lango, ada petugas yang juga menjadi korban aksi ricuh ini.

Namun, Kumaruddin tidak merinci petugas tersebut.

“Hanya ada dua orang (korban), termasuk Kapolres Gambir,” kata Kumaruddin.

26 ditangkap polisi

Kumaruddin juga mengatakan pihaknya mengamankan sedikitnya 26 orang dalam kasus tersebut.

Ia menegaskan, tidak semua tahanan berasal dari aliran mahasiswa.

Kumaruddin mengatakan, “Kami menyelamatkan hingga 26 orang, bukan hanya sekelompok mahasiswa.

Selanjutnya, Kumarudin memaparkan babad pekerjaan yang berakhir ricuh.

Mantan Kapolres Tangierang menjelaskan bahwa aksi protes pada awalnya berlangsung damai.

Namun, saat polisi berjaga, tiba-tiba orang-orang dari sumber yang tidak dikenal menerobos masuk.

“Oleh karena itu, sebuah kelompok baru bergabung dengan operasi dalam urutan kronologis di mana operasi ini terjadi.”

“Mereka harus menerobos jajaran petugas sendiri, memastikan aktivitas masyarakat atau memisahkan orang di tempat kerja,” kata Kumaruddin.

Berdasarkan hasil penetapan, kelompok tahanan tersebut bukanlah mahasiswa yang menyelenggarakan acara tersebut.

Semua massa yang saat ini ditahan sekarang berada di tahanan polisi dan menuju ke Bulda Metro Gaya, kata Comardin.

“Saya akui beberapa dari mereka bukan kelompok mahasiswa di kartu identitas mereka.”

“Saya dibawa oleh polisi setempat dan dibawa ke polisi setempat,” kata Kumaruddin.

(/ Sri Gugliatti/ Rizuki Sandy Saputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.