October 2, 2022
Spread the love

Jakarta, – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menutup Tebet Eco Park di Jakarta Selatan hingga akhir Juni 2022 melalui Dinas Kehutanan dan Pertamanan Kota.

Selama penutupan sementara, pemerintah kota dan kabupaten akan membahas pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di sekitar Tebet Eco Park.  slot gacor promo bonus deposit

Pantauan , Rabu (16 Mei 2022) petugas dari Kepolisian (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) menjaga perimeter Taman Ekologi Tebet di lokasi.

Petugas polisi telah ditunjukkan untuk menginstruksikan dan memberi tahu penduduk tentang penutupan Taman Ekologi Tibet.

Baca Selengkapnya: Tebet Eco Park Ditutup, Parkir dan Angkutan Umum

Seorang Ruslan (29) warga di lokasi mengatakan, “Saya tidak tahu kalau tutup. Saya lewat sini, tapi masih tutup. Satpol PP juga memberi tahu saya.”

Di sisi lain, di sisi Bharat Jalan Tibet, selatan Jakarta, sebuah plakat besar dengan informasi tentang penutupan sementara Taman Ekologi Tibet dipajang.

Rambu-rambu dipasang di antara tiang lampu dan rangka baja yang menghadap ke jalan.

Tandanya adalah “Thebet Eco Park ditutup sementara”.

Baca juga: Para ahli menyarankan agar pengunjung di luar Taman Ekologi Tebet dilarang.

Rambu tersebut juga mencantumkan informasi tentang taman yang dapat dikunjungi warga selama Tebet Eco Park ditutup.

Ada 10 taman di Jakarta yang dilaporkan masyarakat kepada pengunjung. Taman tersebut adalah Monas, Tabebuya, Dadap Merah, Spatodea dan Taman Margasatwa Ragunan.

Lima taman lainnya adalah Hutan Kota Singsing, Kebun Bibit Ayodhya, Boring, Langsat, dan Sringsing.

Selain itu, sejumlah petugas dari Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) juga berjaga di sekitar kawasan Tevrt Ecological Park.

Di sisi lain, sepeda motor dan pedagang kaki lima yang diparkir di trotoar tidak lagi terlihat dibandingkan yang sebelumnya berada di sekitar Thebet Ecological Park.

Leave a Reply

Your email address will not be published.