December 2, 2022
Spread the love

Pernikahan yang kukira akan bahagia berakhir dengan sedih.

DH, 16, harus menghadapi kenyataan pahit dari calon suaminya, Aah, 17, yang tidak hadir di pernikahan.

Kecelakaan tersebut terjadi pada 22 Mei 2022 di Desa Thalang Kelapa, Kecamatan Alang Alang Leba, Palembang, Sumatera Selatan.  judi slot gampang menang

DH pun harus duduk sendiri di pelaminan, menghilangkan rasa malu dan sedihnya atas tindakan Asa’ib Ahl al-Haq.

Bahkan, tidak ada yang menghadiri pernikahan dan pernikahan di lingkungan itu.

Kisah DH yang meninggalkan mempelai pria di hari pernikahannya pun menyebar melalui media sosial.

“Bahkan mereka tidak datang. Tidak ada satu keluarga pun yang datang,” kata Eddy, paman DH dari Sumatera bagian selatan.

Eddie mengatakan keluarga sedang mencari pengantin pria dan keluarganya.

Namun tidak membuahkan hasil.

Kecelakaan itu membuat keluarga mempelai wanita terluka parah.

Bahkan, DH kaget dengan apa yang terjadi padanya.

“Saya berencana melaporkannya ke polisi,” katanya.

Melarikan diri sehari sebelum pernikahan

Ibu DH mengaku terluka dengan tindakan Asaib al-Haq, mengutip Rapita Sari, 35, asal Sumatera Selatan.

“Tidak hanya itu (aaah), saya juga menyakiti orang tua dan keluarganya.”

Ketika Rabeta bertemu di rumah, “tidak ada perwakilan keluarganya yang hadir.

Menurut Rapita, pihak keluarga sudah mengetahui kemungkinan Asaib Ahl al-Haq tidak hadir dalam pernikahan tersebut.

Pasalnya, sehari sebelum pernikahan, keluarga DH mendengar kabar Asa’ib Ahl al-Haq telah mengungsi ke Bandung, Jawa Barat.

Informasi itu didapat dari seorang teman AAH.

“Saya kabur ke Bandung dengan koper besar, tapi lucunya ibu saya tidak tahu kalau anak saya membawa koper besar.”

“Itu tidak masuk akal bagi kami. Kenapa dia tidak melihat lemari anaknya kosong?”

“Temannya memberi tahu dia tadi malam ketika dia mendengar dia akan pergi pada hari Jumat.

Setelah banyak pertimbangan, keluarga memutuskan untuk mengadakan pernikahan.

Karena 200 undangan sudah dibagikan.

Anak saya harus naik podium karena undangan sudah dibagikan.”

“Acara ini untuk menghormati para tamu undangan, dan seharusnya menjadi hari upacara dan resepsi penghargaan,” katanya.

Sepeda motor tersebut dijadikan jaminan.

Keluarga DH menduga tindakan AAH itu karena kemarahan karena tidak terima dengan kenyataan bahwa orang tua AAH telah menggadaikan sepeda motor kesayangan AAH untuk menutupi biaya tambahan pernikahan mereka dengan DH.

AAH mengomunikasikan kekesalan mereka kepada DH melalui pesan WhatsApp.

“Sekitar seminggu yang lalu dia berbicara dengan Dinda. Dia berkata, karena kamu, orang tuaku menggadaikan sepeda motorku untuk pernikahan. Kamu memberiku uang kembali. Aku tidak mau menikah denganmu.”

“Artinya dia marah dan orang tuanya menggadaikan sepeda motor untuk biaya pernikahan,” jelasnya.

Rapita kemudian menyatakan bahwa Asa’ib Ahl al-Haq juga memblokir hubungan DH.

Menurut Lapita, pernikahan anak tersebut tidak direstui oleh orang tua.

Inilah juga mengapa orang tua Asa’ib Ahl al-Haq menolak untuk membayar biaya penuh pernikahan anak-anak mereka.

Dia berkata, “(Orang tua AAH) mengatakan bahwa putra mereka sangat menginginkan gelar sarjana meskipun dia bukan mahasiswa pascasarjana.”

Gara-gara kasus ini, keluarga Dinda berencana membawa kasus ini ke pengadilan.

“Tidak ada perdamaian, kami benar-benar terpengaruh. Saya ingin dia dan keluarganya dihukum karena aib keluarga kami,” jelasnya.

Sebagian dari artikel ini diterbitkan dengan judul Viral! Kisah pernikahan di palembang dimana mempelai pria tidak hadir, mempelai wanita kini kaget dan babad mempelai wanita di palembang duduk sendiri di lorong, dan dinda menyerah

(/Nanda Luciana/Sinta Dewi Anggraini)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *