September 26, 2022
Spread the love

JAKARTA – Wakil Presiden Indonesia Ma’ruf Amin mengatakan Majelis Umum PBB 2010 mengakui sanitasi dan akses air minum yang aman sebagai hak asasi manusia.

Oleh karena itu, beliau mengatakan “Mencapai akses yang aman dan berkelanjutan terhadap air minum dan sanitasi untuk semua” merupakan salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Tujuan 6 yang akan dicapai pada tahun 2030.  jadwal slot gacor hari ini

Namun dia mengatakan sekitar 2 miliar orang di seluruh dunia saat ini tidak memiliki akses ke air minum yang aman.

Dia juga mengatakan lebih dari 3 miliar orang tidak memiliki akses ke fasilitas sanitasi yang aman.

Ia mengatakan lebih dari 90% penduduk Indonesia memiliki akses terhadap air minum yang aman.

Namun, kata Maarouf, pencapaian akses air minum yang aman hanya sekitar 11 persen.

Akses sanitasi kini tersedia bagi sekitar 80% penduduk dengan sanitasi yang memadai.

Namun dia mengatakan hanya sekitar 7% penduduk Indonesia yang memiliki fasilitas sanitasi yang aman.

Padahal, data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa penyediaan fasilitas air minum dan sanitasi yang aman menentukan kehidupan dan penghidupan manusia, katanya.

Maarouf mengatakan dua kebutuhan dasar dapat menurunkan indeks penyakit sebesar 0,39%.

Tanpa sanitasi dan air minum yang aman, anak-anak juga rentan mengalami stunting.

Selain itu, sanitasi dan air minum yang aman sangat penting untuk memastikan transisi ke ekonomi hijau dan ramah lingkungan.

Dengan demikian, kata dia, kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat niscaya akan terus meningkat.

Di sisi lain, Maarouf melanjutkan dengan mengatakan bahwa sanitasi yang buruk akan menyebabkan pencemaran lingkungan, air dan tanah yang akan mempengaruhi keberlanjutan planet yang kita tinggali saat ini.

Dia mengatakan laporan Penyelesaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan menunjukkan bahwa mencapai Tujuan 6 bukanlah jalan yang menggembirakan.

Hal itu disampaikan pada Rabu (18 Mei 2022) di SMM SWA (Pertemuan Menteri Kebersihan dan Air untuk Semua) 2022 yang diadakan di Swissotel Jakarta PIK Avenue di Jakarta.

“Data pertumbuhan penduduk di Indonesia, dengan akses sanitasi dan air minum yang aman secara global dan nasional, mengirimkan pesan bahwa kita masih harus bekerja keras untuk mencapai akselerasi yang signifikan untuk mencapai tujuan kita,” lanjut Maarouf.

Untuk itu, setiap negara harus memiliki rencana aksi yang jelas dengan indikator yang terukur dan mengimplementasikannya melalui pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi.

Dia juga mengatakan bahwa negara-negara harus terus memperkuat kemitraan global mereka dalam mengatasi masalah multi-dimensi ini.

“Dalam semangat kemitraan global ini, Indonesia akan menjadi tuan rumah World Water Forum pada 2024,” kata Maarouf.

Pertemuan Menteri Kebersihan dan Air Minum (SMM SWA) 2022 diharapkan dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang optimal dalam memfasilitasi pencapaian tujuan tersebut.

Oleh karena itu, ia mendesak para peserta untuk memperkuat komitmen global bersama mereka untuk meningkatkan sanitasi dan akses publik terhadap air minum yang aman, dan untuk mengatasi masalah ini sebagai prioritas pembangunan melalui pertemuan tersebut.

“Keinginan yang kuat dari para pemimpin nasional akan memfasilitasi mobilisasi sumber daya yang diperlukan,” katanya.

Ia juga berharap forum ini dapat menjadi kesempatan untuk saling belajar dan berbagi informasi tentang best practice di suatu negara atau kawasan sehingga dapat direplikasi di negara atau kawasan lain.

Dia juga berharap konferensi ini akan menjadi platform untuk menemukan solusi atas berbagai tantangan, baik yang terkait dengan pasokan melalui inovasi teknologi yang tepat, atau masalah teknis dari sisi permintaan melalui komunikasi yang mengubah perilaku.

kata Marov.

Leave a Reply

Your email address will not be published.